Senin, 17 November 2008

Seperti apakah bisnis MLM itu…?

Bisnis MLM itu bagaikan menanam benih pohon yang sangat kecil….


Anda berharap dan bermimpi benih pohon ini akan menjadi pohon yang sangat besar. Dimana puluhan burung-burung hinggap di pohon ini. Dan setiap musimnya pohon ini akan berbuah lebat. Keluarga anda, dan anak-cucu anda akan memetik buah dari pohon ini sampai habis buahnya. Tapi ketika habis buahnya, anda tidak khawatir. Karena pohon ini akan kembali berbuah, dan keluarga anda akan puas makan dari pohon itu. Demikian seterusnya sepanjang masa. Dengan impian itu, anda mulai menanam.

Maka anda mulai membenamkan sebuah benih ke dalam tanah….

Ketika anda menanam benih itu, belum ada yang dapat anda petik daripadanya. Benih itu bukan saja belum berbuah, bahkan daun dan akarnya pun belum nampak.

Setiap hari anda menyiram benih ini, dan anda rajin memberi makan dengan pupuk…

Walau belum berbuah, anda tetap terus berharap. Benih ini masih makan dari pupuk yang anda sebar, dan dari air yang anda siram. Tanpa bantuan anda, benih ini akan mati.

Anda dengan sabar menunggu hari-demi-hari. Dan benih itu mengeluarkan dua pucuk daunnya yang kecil.

Baru ada dua pucuk daun keluar dari tanah. Anda tidak berharap benih ini akan mengeluarkan buah. Anda masih sabar, dan terus menyiram dan memberi pupuk.

Sekarang mulai ada ayam-ayam dan bebek-bebek yang mengganggu. Perjalanan unggas-unggas ini bisa membuat benih mudah ini mati. Maka anda membuat pagar di sekeliling benih muda ini, agar tidak mati terinjak-injak.

Setelah bulan lewat bulan, pohon kecil mulai meninggi. Walau belum ada buah, anda masih sabar dan melarang anak-cucu anda memanjat pohon kecil ini agar tidak mati. Sekarang akar pohon ini mulai melebar dan melebar, pohon ini mulai mencari makan dan minum sendiri dari tanah di bawahnya.

Akhirnya masa yang dinanti berlalu. Pohon sudah tinggi, dan akarnya sudah kuat menancap di dalam bumi. Dia tidak perlu diberi makan dan tidak perlu diberi minum. Tunggulah pohon ini mulai berbuah, maka dia akan memberi anda buahnya setiap musim. Dan ketika buahnya habis, janganlah khawatir, karena dia akan berbuah pula di musim depan. Suatu ketika anda akan berpulang, namun pohon ini akan menjadi warisan anda dan akan terus berbuah setiap musim untuk dimakan anak dan cucu anda.

DEMIKIAN PULA BISNIS MLM

Ketika anda mulai membangun bisnis ini, sama dengan membenamkan satu benih ke dalam tanah…

Satu dua orang bergabung menjadi downline di jaringan anda. Jangan berharap apa-apa, masih memerlukan waktu lama sebelum jaringan anda berbuah.

Jaringan muda ini memerlukan makan dan minum dari tangan anda. Anda yang harus memotivasi, menggerakkan dan mengajar mereka. Biarkan downline-downline muda ini belajar dari melihat dan meneladani anda setiap hari.

Jangan membunuh jaringan ini. Dengan membiarkan jaringan muda ini berjalan sendiri, maka anda mirip dengan membunuh benih di dalam tanah. Teruslah merawat dengan tangan anda, jangan berharap apa-apa dulu daripadanya.

Maka bulan lewat bulan jaringan anda mulai besar. Akan ada ’ayam’, ’bebek’ dan bahkan ’anak-cucu’ anda mengganggu benih jaringan ini. Lindungi mereka, jaga mereka agar supaya fokus dan jangan tergiur oleh godaan-godaan naif di luar. Berjuanglah terus agar jaringan muda ini tidak mati di tengah jalan. Jaringan ini milik anda, maka andalah yang menjaganya siang dan malam.

Dan masapun tiba…

Jaringan anda sudah kokoh. Jaringan anda sudah mengakar jauh ke kota-kota lain. Mereka tidak perlu diberi makan dan minum dari tangan anda. Anda tidak mengenal mereka ketika anggota-anggota baru bergabung masuk tiap hari di jaringan anda.

Ini bagaikan akar pohon yang menjalar jauh ke dalam tanah dan mungkin masuk melewati pagar ke luar wilayah anda. Jaringan anda sudah bisa mencari makan dan minum sendiri. Saatnya anda menerima bonus yang melebih impian anda seumur hidup. Nikmatilah kerja keras anda, pohon jaringan anda sudah besar. Impian anda sudah terwujud.

Ketika andapun harus berpulang, jaringan ini masih akan tetap anda dan menjadi warisan anda untuk anak-dan-cucu

Mereka akan berterimakasih selama-lamanya kepada anda.

Atas kesabaran anda…

Atas kegigihan anda…

Atas niat anda untuk tidak mau gagal di tengah jalan….

Anda sudah berhasil, pohon jaringan anda menjadi milik keluarga anda selamanya.

Selamat berjuang di MLM, gunakan hati yang bersih ketika mulai menanam jaringan anda.

Artikel ini di ambil dari www.belajarmlm.com

Sabtu, 01 November 2008

Dimana Calon Prospek Anda?

Ketika sekumpulan calon prospek sedang asyik mendengarkan presentasi bisnis MLM, sebelum mendaftarkan diri tentunya mereka merasa bahwa mereka adalah seorang pemimpin atau aetidaknya orang yang suatu saat akan mempunyai pengikut. Kesuksesan bisnis MLM memerlukan suatu syarat yaitu adanya para pengikut, baik itu perwakilan atau konsumen atau keduanya.

Apakah Anda ingin mempunyai prospek lebih banyak dari yang bisa dibayangkan? Jika serius menggeluti bisnis, maka Anda harus menempatkan sebanyak mungkin downline di jaringan. Begitupun downline, mereka harus memprospek sebanyak mungkin anggota-anggota baru, karena hal tersebut merupakan kewajiban dan menjadi sebab kesuksesan bisnis MLM. Setelah itu, ketika telah berhasil menduplikasi leader yang bisa menggantikan tugas-tugas Anda, maka bisnis akan mulai tumbuh berkembang.

Mereka atau leader-leader hasil duplikasi kemudian akan hidup mandiri, mengejar cita-cita dan mengembangkan bisnis, berkat jaringan yang telah dibina dengan baik. Tetapi dari mereka bonus-bonus Anda mengalir. Leader yang berhasil Anda duplikasi tidak akan pernah berhenti memprospek sampai target bonus atau komisi mereka tercapai.

Sekarang Anda telah mengerti, bahwa memprospek dan mencari sebanyak-banyak downline merupakan hal kritis jika Anda menginginkan kesuksesan jangka panjang bisnis MLM.

Lantas cara terbaik yang seperti apakah untuk mendirikan jaringan downline saat Anda mulai mendaftarkan diri dan mencoba menarik perhatian masyarakat? Membangun sebuah tim dimulai dengan bermain baik terhadap diri sendiri. Lakukanlah apakah yang ingin Anda perintahkan kepada downline layaknya seorang kapten yang membawahi 100 atau 1.000 prajurit.

Dengan kata lain, cara terbaik untuk menjadi seorang upline yang tangguh adalah dengan menjadi downline yang tangguh. Gambaran itu mengisyaratkan bahwa Anda tidak memulainya dari bawah, melainkan memulainya dari atas lalu mengembanngkan yang bawah.

Kemudian di mana dan bagaimana menemukan prospek yang tepat? Berikut poin-poin untuk mencari calon prospek ideal yaitu dimulai dengan menjadi downline yang ideal:

  1. Di tempat organisasi-organisasi non-profit berikut anggota-anggotanya. Jika mungkin, masukkan organisasi tersebut sebagai daftar calon distributor. Dengan begitu kemungkinan besar mereka yang berada di dalamnya akan tertarik untuk bergabung. Di tempat seperti itu Anda harus mampu ‘menampilkan diri’ dengan baik, karena menampilkan diri secara konsisten merupakan setengah dari kesuksesan bisnis MLM. Serta tidak lupa menghadiri dan berpartisipasi di setiap even yang mereka selenggarakan.
  2. Mengadakan acara makan pagi bersama calon-calon prospek, dengan maksud memprospek, mensponsori, dan merekrut. Ketika berada dalam posisi ingin mengambil keuntungan yang bersifat pribadi dari upline, maka sambutlah setiap latihan yang diadakan secara pribadi. Atau jika bertemu calon prospek untuk makan siang bersama, Anda yang mentraktir. Jika ia baru tiba dari luar kota, tawarkan padanya jemputan untuk pulang ke rumah.
  3. Jika diperlukan, gunakan press release bahwa perusahaan MLM Anda bukan perusahaan biasa, tetapi memiliki keunikan tersendiri. Anda pun dapat menjelaskan produk-produk yang baru diluncurkan atau aktifitas-aktifitas perusahaan, pastikan Anda menjelaskannya dengan baik. Beritahukan calon prospek apa yang telah disampaikan oleh upline Anda tentang bisnis MLM. Jangan menguntungkan diri kepada upline bahwa ia akan mendidik semua downline Anda. Bawalah catatan-catatan dari setiap pengumuman, perubahan, dan lain lain. Perkenalkan prospek kepada upline dan senantiasa menjaga informasi agar tetap jelas dan up to date.
  4. Tentukan judul yang unik saat mempresentasikan bisnis, agar mampu menarik minat prospek. Anda bisa memulainya dengan berkata, “Aku akan jelaskan bagaimana supaya kita bisa menolong orang lain melalui bisnis MLM, dan mereka tidak diharuskan meninggalkan pekerjaan mereka sebelumnya. “Tingkatkan imej upline di setiap kesempatan. Termasuk juga imej perusahaan, produk-produk, literatur dan perangkat-perangkat perusahaan. Bicarakan masing komponen-komponen tersebut dengan baik dan benar sehingga terlihat sangat penting untuk didengarkan oleh prospek. Hadirkan presentasi hanya yang bersifat positif dan lakukan sesering mungkin.
  5. Gunakan media penyebaran informasi seperti message board atau e-mai sebagai salah satu sarana penetrasi bisnis. Cantumkan pula keterangan singkat mengenai peluang emas dan produk yang Anda tawarkan. Langkah ini terkadang lebih baik daripada banyak bicara yang akhirnya mengumbar janji-janji. Bagi seorang profesional bisnis MLM, begitu banyak peluang emas yang diperoleh dengan diam. Misalnya, ketika menerima telepon dari prospek berupa hal-hal yang belum Anda pahami, maka diamlah dan serahkan kepada upline, tidak menambah, mengurangi atau mengoreksi pembicaraan setelah itu. Anda bisa menambah apapun yang dibutuhkan di lain waktu.
  6. Ciptakan kompetisi. Berikan reward kepada downline yang berhasil memprospek distributor terbanyak, atau yang membawa peserta terbanyak dalam sebuah acara sponsoring. Kesempatan baik lainnya adalah setelah upline selesai menjawab pertanyaan atau setelah menyelesaikan latihan calon-calon prospek. Catat siapa-siapa saja yang juga termasuk ke dalam kelompok downline berprestasi, lalu berterimakasih kepada mereka. Setelah itu persilahkan mereka kembali ke kesibukan mereka masing-masing, walaupun momen bersama mereka terasa manis dan berharap agar tidak pernah berakhir. Salah satu wujud rasa terima kasih Anda mungkin bisa dilakukan dengan tidak lagi melontarkan sejumlah pertanyaan berulang-ulang.
  7. Pertumbuhan bisnis jaringan Anda hampir semuanya tercipta otomatis dengan mengerjakan hal-hal yang telah disebutkan di atas secara kontiyu. Mungkin Anda masih mempunyai tugas memprospek, tetapi setidaknya Anda telah menarik perhatian orang-orang terdekat dari prospek, dan itu merupakan langkah awal untuk meminta bantuan kepada mereka. Mereka pun nantinya akan melakukan dengan senang hati apa-apa yang telah diajarkan. Dari hasil tersebut Anda akan menghemat waktu dan tenaga untuk melatih mereka atau dan di hadapan calon-calon prospek baru. Atau jika Anda termasuk tipe orang yang phobia terhadap penolakkan, tak ada salahnya Anda mencoba melontarkan pertanyaan kepada calon prospek, apakah mereka tertarik mendengar peluang yang Anda tawarkan. Peluang yang Anda tawarkan. Masukkan ke sebuah daftar yang di dalamnya berisikan prospek-prospek yang berminat, begitu pula sebaliknya. Dengan adanya pengaturan tersebut memudahkan Anda untuk mengurangi rasa takut akan penolakkan.

Sumber : LEADER, Edisi 7/20 September-20 Oktober 2007

Presentasi, “Nyawa” di Bisnis MLM

Melakukan presentasi di bisnis MLM merupakan hal yang sangat penting karena tidak hanya memberikan awareness produk yang ingin dipasarkan, bahkan lebih jauh dari itu, yaitu bagaimana para audien tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Tak heran jika presentasi bisa disebut sebagai “nyawa” dalam mendulang kesuksesan di bisnis MLM.

Kendala yang biasa dialami oleh para pemula di bisnis MLM saat melakukan presentasi adalah perasaan gugup, takut, dan gemetar karena harus berbicara di depan orang yang sama sekali baru dikenalnya. Seperti Irna (23), pemula di bisnis MLM. Kendati sebagai nahasiswi ia sering terlibat dalam diskusi dan presentasi bisnis MLM-nya, ia stres dan gugup luar biasa.

“Lidah saya mendadak terasa kelu, bicara saya tak lancar, dan badan bergetar. Padahal sebelumnya saya sudah mempersiapkan diri. Untung saat itu saya presentasi bersama upline. Akhirnya dia melakukan presentasi,” tutur Irna tertawa geli mengingat hal itu.

Sekarang meski sudah lancar melakukan presentasi tanpa bantuan uplinenya, ia mengaku masih belum bisa mengatasi kekecewaan kalau mengalami penolakkan. “Padahal saya sudah pernah berhasil mengajak orang bergabung. Kalau gagal, terkadang, saya perlu waktu lagi untuk bisa bangkit untuk melakukan presentasi lagi,” tukasnya.

Menurut Lisa Jimenez, penulis buku Radical Recruiting.”Lisa mengatakan, saat presentasi sebaiknya kita tidak terfokus pada keberhasilan. Sebab, dampaknya luar biasa jika presentasinya tidak berhasil. Bisa menurunkan tingkat kepercayaan diri, nervous dan sebagainya, dan tidak mustahil malah membunuh keberhasilan yang telah dilakukan sebelumnya”.

Selain itu, untuk mengatasi rasa kecewa akibat presentasi yang gagal, Lisa juga menyarankan untuk tidak terlalu memikirkan hasil dari presentasi yang akan Anda lakukan. “Letakkan energi Anda pada upaya melakukan presentasi dengan baik. Maka prospek akan merasakan adanya kepercayaan yang kuat dalam diri Anda, dan membuat mereka menginginkan apa yang Anda miliki,” jelas Lisa.

Lagi pula, kalau bicara soal ‘kekecewaan’ dalam presentasi, leader yang sudah ‘karatan’ di bisnis MLM pun masih mengalaminya. Simak penuturan seorang leader puncak sebuah perusahaan MLM kepada Majalah SUCCESS.

Suatu hari ia melakukan presentasi kepada seorang ibu. Beberapa waktu sesudah melakukan penjelasan panjang lebar, ia balik bertanya kepada sang ibu, apakah ibu tersebut bersedia bergabung.

Alih-alih mendapatkan jawaban, sang ibu malah menatapnya dengan pandangan mata kosong. “Wah betapa jengkelnya saya, ternyata selama presentasi si ibu tidak menyimak sama sekali. Padahal kalau saya berbicara di pertemuan dalam jaringan saya, semua orang selalu memperhatikan setiap kata yang saya ucapkan,” ujar sang leader.

Hal semacam ini bukan sekali ia alami. Suatu ketika, dalam keadaan lelah setelah melakukan homemeeting, ia mendatangi seorang temannya di sebuah kota lain. Di tengah presentasinya, paman temannya di sebuah kota lain. Di tengah presentasinya, dengan alasan hari sudah larut dan sang keponakkan harus bekerja esok harinya. “Padahal saya sudah datang jauh-jauh dan dalam kondisi lelah. Kedatangan saya juga bukan tanpa janji lebih dahulu. Saya sampai menangis keluar dari rumah teman saya itu,” cerita sang leader.

Latihan dan Simulasi

Pertanyaannya, kenapa presentasi harus dilakukan? Jelas bahwa presentasi akan mendongkrak dengan cepat perkembangan jaringan bisnis MLM yang Anda geluti. Output dari presentasi jelas dapat mempengaruhi pikiran atau tndakan orang lain.

Mengingat pentingnya presentasi, tak heran kalau semua pelatihan di perusahaan MLM selalu ada materi tentang bagaimana menyajikan presentasi. Pelatihan memamg sangat perlu, karena tidak setiap orang bisa melakukan presentasi. Kalaupun ada orang yang sangat berbakat bisa dengan cepat mengetahui product knoledge, sistem marketing plan dan hal yang berkaitan dengan perusahaan MLM, belum tentu dia mampu menyampaikan dengan baik kepada audiens.

Tory Jery, penulis buku Life Is A Series of Presentation, mengatakan bahwa sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari setiap orang sudah melakukan presentasi. Seperti seorang anak yang ingin sepatu olahraga baru akan berusaha mempengaruhi orang tuanya akan arti penting sepatu itu terhadap prestasi olahraganya. Juga seorang istri yang ingin punya mesin cuci baru, akan menjelaskan kepada suaminya tentang pentingnya mesin cuci yang baru. “Banyak orang hebat yang melakukan presentasi kepada Anda setiap hari, baik di kantor atau di rumah,” jelas Tory.

Terus Presentasi

Apabila semua itu sudah Anda kuasai dengan baik, penguasaan dan pengetahuan Anda dalam melakukan presentasi semakin tajam, efektif, dan efisien. Pertanyaannya apakah semua itu menjamin setiap presentasi yang Anda lakukan pasti berhasil? Jawabannya jelas tidak.

Berangkat dari berbagai pengalaman, orang sekaliber leader puncak di bisnis MLM pun masih mengalami kegagalan dalam presentasi. Kalau semua itu tidak menjamin, lantas apa gunanya latihan dan persiapan dan mempersenjatai diri dalam presentasi? Apakah Anda harus berhenti melakukan presentasi?

Di sinilah uniknya bisnis MLM. Kegagalan dalam melakukan presentasi tidak berarti kegagalan kehidupan Anda dalam mewujudkan impian mencapai kebebasan finansial dan membahagiakan orang-orang yang Anda cintai.

Lakukan presentasi demi presentasi sehingga Anda bisa mewujudkan impian hidup Anda. Terhadap hal ini Lisa Jinenez membagi pengalamannya. “Terkadang saya ingin berhenti, mengangkat tangan, dan menyerah. Saya akhirnya menyadari bahwa saya harus selalu bersiap sedia. Kegagalan memberi saya pandangan dan energi baru. Lalu saya mulai melangkah setapak demi setapak dan akhirnya saya kembali berbisnis,” tukas Lisa.

Kalau suatu saat Anda merasa lelah dengan kegagalan dalam melakukan presentasi, itu adalah hal yang manusiawi. Namun jangan berhenti melakukan presentasi, sebab hanya dengan cara itu Anda bisa mengembangkan jaringan bisnis MLM Anda. “Buatlah komitmen yang kuat untuk melakukan presentasi yang efektif setiap hari. Kembangkan keyakinan diri dan membuat kessempatan bisnis baru yang menyenangkan saat melakukan presentasi,” kata Tory Jeary.

Sesungguhnya tidak ada kegagalan dalam sebuah presentasi jika kita telah menyadari, mempersiapkan, dan melengkapi semua materi yang ingin di presentasikan berikut kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi seperti pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Namun, yang lebih penting lagi adalah materi presentasi kita haruslah sesuai dengan target audiensnya.

Presentasikan sesuatu yang mudah dipahami dan fokus terhadap inti permasalahan yang ingin disampaikan, selanjutnya akan muncul interaksi yang menyenangkan.

Jelas Managing Partner HADev (Human Assets Development), Sarfilianty Anggiani, SE, MM, MBA saat berbincang dengan Majalah Success di kantornya.

Empat Pedoman Mencapai Keberhasilan Saat Presentasi

  1. Harus mengetahui sasaran dan harapan dari orang yang akan di presentasi , memahami tipe-tipe kepribadian, identitas, karakter, dan bagaimana menjangkau mereka. :Sebelum presentasi, Anda harus mengenali siapa khalayak sasaran Anda, karena keberhasilan presentasi Anda juga ditentukan oleh mereka.
  2. Mampu menyakinkan khalayak sasarannya bahwa pesan yang ingin disampaikan dapat dipercaya. “Anda harus bisa memberikan alasan mengapa mereka harus percaya terhadap Anda”.
  3. Dapat mengatasi kegelisahan dan ketakutan yang terjadi saat melakukan presentasi. Dengan cara berlatih dan melakukan sebanyak mungkin simulasi sebelum presentasi. Yakin dan percaya diri dapat mengurangi ketakutan. “Jadi ubahlah ketakutan dengan mencari pengetahuan, sehingga rasa kegelisahan dan keraguan dapat dikurangi semaksimal mungkin”. Presentasi, kata Tony, ibarat melakukan pertarungan olahraga tinju. Kalau seorang petinju hanya berlatih dua hari sebelum naik ring, maka itu sudah sangat terlambat. “Ibarat seorang petinju di atas ring, Anda harus bertarung dengan membujuk, dan merayu seseorang sehingga melakukan sesuatu, sesuai yang Anda inginkan”.
  4. Setiap presenter telah mempersenjatai dirinya selengkap mungkin. “Akan lebih baik jika telah melakukan riset kecil untuk memuat dan mengatur bahan presentasi, menyusun alur cerita, menyisipkan data statistik dan humor-humor segar untuk memperkaya nilai presentasi Anda”. Mempersenjatai diri, termasuk melatih ritme bicara Anda. “Kapan Anda harus mennggikan atau merendahkan intonasi, kapan mengeraskan volume atau melembutkan suara Anda, dan kapan memberi jeda ketika berbicara sehingga agar orang semakin terfokus pada apa yang Anda bicarakan”. “Selain suara, penampilan atau performance juga sangat penting dalam melakukan presentasi. Jika penampilan Anda punya daya tarik yang kuat, kemungkinan besar hadirin akan terpakau sehingga suasana menjadi sangat hidup dan Anda menjadi lebih mudah memperoleh persetujuan pikiran dari mereka yang hadir.

Sumber : SUCCESS, Nomor 8/September 2007

Randy Gage : 9 Kualitas di MLM

Ada sembilan kualitas yang mesti dikembangkan jika anda berprofesi sebagai pebisnis di Multi Level Marketing. Mudah-mudahan beberapa bagian atau bahkan semuanya telah anda miliki. Menurut Randy Gage, pakar Multi Level Marketing, menjadi seorang leader yang mahir menduplikasi, kesembilan kualitas ini seyogyanya sudah sering dilatih.

Untuk mengembangkan jaringan, kenali dan biasakan bekerjasama dengan seluruh rekan kerja yang sama-sama memiliki komitmen. Berikut sembilan kualitas yang digulirkan Randy Gage :

1. Gunakan Semua Produk

Maksudnya, jika perusahaan mempunyai suatu produk, Anda tak lagi cenderung ke produk sejenis yang dikeluarkan perusahaan lain. Pelaku MLM sejati tak pernah membeli produk lain selain dari perusahaan tempatnya berbisnis, entah karena alasan keuntungan penjualan, kepuasan rasa, dan sebagainya. Mengakui bahwa semua produk tersebut memang sesuai. Tak lupa, bisa menceritakan dengan baik dan penuh semangat kepada prospek.

2. Mengembangkan Sebuah Grup Konsumen

Keberhasilan bertransaksi menghadirkan kesetiaan, konsumen atau downline akan senantiasa membeli produk Anda selaku distributor tunggal. Meski sebagian besar mengambil benefit, selain membeli produk juga ikut bergabung, tapi ada pula yang tak tertarik bergabung. Yang disebut terakhir, merupakan grup konsumen yang mesti dijaga kelestariannya.

3. Membuat Presentasi Reguler

Layaknya bisnis lain, Multi Level Marketing memerlukan langkah tindakan yang konsisten. Salah satu yang terpenting yakni melakukan presentasi reguler. Mengadakan tiga atau lima kali, atau tujuh sampai sepuluh jam presentasi setiap minggu. Seiring membengkaknya jumlah jaringan, Anda semakin giat meningkatkan jumlah tersebut.

Jika Anda termasuk yang menekuninya fulltime, jumlah presentasi akan naik menjadi lima sampai delapan kali presentasi. Tentu saja, tak semua dari hasil presentasi akan memunculkan prospek baru yang kemudian Anda rekrut secara pribadi. Boleh jadi mayoritas dari mereka hanya ingin menyaksikan bagaimana Anda mempesentasikan bisnis di hadapan sekian jaringan downline.

Anda mesti konsisten dan kontiyu mengadakan presentasi jika ingin mengembangkan-biakkan jaringan. Terlebih, tidak terjebak seolah-olah Anda sedang mengerjakan “bisnis super sibuk” (membaca buku panduan, memaksakan diri menghadiri seminar-seminar hingga larut malam, mengisi berbagai formulir, dan sebagainya).

4. Menghadiri Sponsoring

Sponsoring bertindak layaknya lem yang menyatukan Anda dan downline. Menghadirinya bisa membantu mempercepat jumlah jaringan, memperbanyak pengalaman latihan, dan membantu agar selalu fokus.

5. Meluangkan Waktu Pengembangan Diri

Kenyataan fundamental: Bisnis berkembang secepat Anda berkembang. Tingkatkan setiap keahlian seiring tumbuhnya bisnis, seperti keahlian merekrut, melatih, bagaimana mengatur waktu dan jaringa. Setelah itu, hal lain yakni kecakapan memimpin dan berkomunikasi. Untuk mendidik orang lain, Anda harus mendidik diri sendiri terlebih dahulu.

Di sini perlunya merencanakan waktu setiap hari. Bagi sebagian besar orang, semua itu ada baiknya dikerjakan di pagi hari. Sedikit pencerahan, Anda dapat melakukan meditasi, olahraga, mendengarkan lagu-lagu yang bisa memunculkan inspirasi, atau membaca buku penenang pikiran, tubuh dan jiwa.

6. Mudah Dididik

Jika ingin membangun bisnis secepat mungkin,Anda harus mudah dididik dan bersedia dilatih. Multi level marketing berbeda dengan bisnis tradisional. Transaksi jual-beli di bisnis tradisional, belum tentu sama dan berhasil seperti di bisnis multi level marketing. Garis sponsor-ship Anda telah mengajarkan beragam metode, strategi dan teknik bisnis MLM. Upline, adalah gudang pendidikan di mana segalanya tentang MLM berada.

7. Bisa Dipercaya

Multi level marketing adalah bisnis menjaga hubungan, dan saling percaya satu sama lain. Untuk meraih dan memelihara kepercayaan, Anda harus bisa dipercaya, oleh distributor atau konsumen. Maksudnya , jika downline telah percaya kepada Anda, Anda menjaga hubungan baik itu. Jika diundang menghadiri suatu pertemuan, Anda datang tepat waktu. Jika konsumen memesan produk, Anda mengantarkannya tanpa bermasalah. Anda merupakan cermin perusahaan. Jika melakukan bisnis dengan baik, maka nama perusahaan pun akan terangkat naik.

8. Setia Pada Jaringan

Seorang distributor sejati memahami bahwa kesetian kepada jaringan adalah hal utama. Saat anda menceritakan kesuksesan dan presentasi kepada orang-orang terdekat, biasanya mereka tidak segera mempercayainya. Terkadang teman-teman terdekat dan keluarga belum siap menerima sebuah konsep bisnis yang sangat kuat, positif, yang telah Anda miliki.

Dengan terus menerus setia pada jaringan, memperkenalkan beberapa downline yang berhasil, akan menjadi pendukung kredibilitas bisnis yang Anda tawarkan. Termasuk juga dukungan yang datang dari upline, ketika Anda harus mempresentasikan bisnis kepada sejumlah prospek.

Yakinlah bahwa upline akan selalu bersedia membantu, memberikan kredibilitas saat dibutuhkan.

9. Ikuti Sistem

Seorang leader mengerti, kesuksesan jangka panjang di MLM lahir dari seberapa banyak jumlah downline di jaringan. Untuk meraih passive income, kebebasan finansial, Anda harus mengikuti sistem tahap demi tahap dan mahir menduplikasi.

Sumber: LEADER Edisi 6/20 Agustus-20 September 2007

Kemauan dan Kerja Keras Adalah Kunci Sukses

Siapa tak mengenal motivator andal yang namanya tengah naik daun ini : James Gwee. Pria berkewarganegaraan Singapura ini telah sukses berbicara di sekian ratus seminar. Ia sangat menguasai bidang penjualan, motivasi, services excellence, leadership, managerial skills, team building, dan personal development. Namun kesuksesan ini tak begitu saja diraihnya. Kariernya di Indonesia dimulai dari bawah.

Sebelum sukses sebagai motivator, ia dan beberapa rekannya mendirikan sekolah komputer di Singapura. Sekolah ini berkembang pesat dengan begitu banyak siswa. Melihat peluang di Indonesia, ia pun tertarik berkiprah di sini. Awalnya, ia tak mengenal siapa pun di sini. Dengan berkendaraan Daihatsu Charade tua, ia memulai usahanya. Menyuplai perlengkapan musik untuk sekolah-sekolah pun ia lakukan. Ketika membuka jasa konsultan, kliennya hanya berjumlah sedikit. Dari kantor ke kantor James menyelenggarakan konseling dan workshop tentang customer service, bagaimana menangani komplain, dan tema-tema sejenisnya. Ia selalu memberi yang terbaik berapa pun jumlah pesertanya. Berkat kegigihannya, usaha James pun berkembang pesat. Beragam kantor dari berbagai bidang mengundangnya berbicara. Jamrs telah berbicara di depan kalangan perbankan, asuransi, tours and travel, real estat, industri manufaktur, transportasi, rumah sakit, dan telekomunikasi. Radio pun tertarik untuk menampilkan figurnya, seperti Pass FM dan Smart FM.

Kini penyuka musik country ini juga menulis buku. Bukunya berjudul positive Bussiness Idea (Gramedia Pustaka utama, 2007) terbit pada awal tahun 2007 dan laris manis di pasar. Buku ini berisi ide-ide positif yang berlangsung bisa dipraktikkan dalam pekerjaan sehari-hari, meliputi ide untuk perbaikan secara umun, ide untuk penjual hebat, para manajer dan supervisor, layanan prima, dan bisnis yang sukses. Keunggulan bukunya dibanding buku bisnis biasa adalah dilengkapi dengan ‘action ides’ yang bisa langsung diuji oleh pembaca. Bedah bukunya pernah disiarkan langsung oleh Smart FM.

Direktur Academia Education and Training (perusahaan konsultan berbasis di Singapura) ini sekartang tinggal di Jakarta bersama isteri dan tiga anak. Ia melihat peluang bisnis di Indonesia masih terbuka lebar. Kuncinya adalah kemauam dan kerja keras untuk mencapainya. Just take action!

Sumber : SUCCESS, Nomor 8/September 2007